MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI,OLAHRAGA DAN KESEHATAN Oleh: IBENZANI M.Pd

Laman

Jumat, 07 April 2017

SENAM LANTAI 1

SENAM LANTAI 1

Para atlet senam ini dapat menjadi pesenam sekaliber dunia karena kegigihan dalam berlatih. Selain itu mereka juga menguasai teknik-teknik yang benar. Bagaimana gerakan dasar senam lantai? Mari Kita pelajari bab ini !

A.      Konsep Dasar
Konsep dasar senam lantai terkait erat dengan konsep gerak. Gerak selalu berhubungan dengan pertanyaan tentang apa yang bergerak, dimana bergeraknya, serta bagaimana bergeraknya. Apa yang bergerak? Jawabannya adalah badan. Badan dianggap sebagai alat gerak. jika alat itu akan digunakan dengan baik dan sepenuhnya, setiap bagian badan dan potensinya harus diketahui dengan baik. Kita harus sadar tentang bagian badan dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain atau secara keseluruhan.
Dimana gerakan terjadi? Jawabannya adalah gerakan terjadi di dalam ruang. Ruang dapat lebih
jauh dianalisis menjadi area dan dimensi. Area ruang adalah wilayah, yang terdiri dari wilayah pribadi, wilayah umum, dan wilayah peralatan. Adapun yang dimaksud dengan dimensi ruang adalah suatu ruang yang dijelajahi. Gerakan dalam ruang yang dijelajahi dapat terjadi pada tingkatan, arch, bidang, atau jarak (besaran) yang berbeda
Bagaimanakah bergeraknya? Karakteristik gerak dasar senam selalu dibangun di atas keterampilan dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif. Keterampilan lokomotor adalah keterampilan gerak yang dibangun dengan cara berpindah tempat, seperti jalan, lari, dan lompat. Keterampilan nonlokomotor adalah gerak yang dibangun tanpa berpindah tempat. Gerak itu mengandalkan ruas-ruas persendian tubuh untuk membentuk posisi-posisi yang berbeda dengan tetap tinggal di satu titik (tempat), misalnya meliukkan badan, membungkuk, atau memilin. Keterampilan manipulatif adalah kemampuan untuk memanipulasi objek atau benda tertentu dengan anggota tubuh (tangan, kaki, atau kepala). Keterampilan manipulatif juga dapat diartikan penggabungan dari gerak lokomotor dan nonlokomotor yang disertai dengan memanipulasi objek atau benda tertentu. Misalnya, berlari sambil mengayunkan kedua lengan.


Federasi Senam Internasional (FIG) membagi senam menjadi 6 kelompok, yaitu sebagai berikut.
1.        Senam artistik (artistic gymnastics).
2.        Senam ritmik sportif (sportive rhythmic gymnastics).
3.        Senam akrobatik (acrobatic gymnastics).
4.        Senam aerobik (sport aerobics).
5.        Senam trampolin (trampolinning).
6.        Senam umum (general gymnastics).

Senam artistik adalah senam yang menggabungkan aspek tumbling dan akrobatik untuk mendapatkan efek-efek artistik dari gerakan-gerakan yang dilakukan pada alat-alat sebagai berikut:

Artistik putra:
ª         Lantai (floor exercises).
ª         Kuda Pelana (pommel horse).
ª         Gelang-gelang (rings).
ª         Kuda lompat (vaulting horse).
ª         Palang sejajar (parallel bars).
ª         Palang tunggal (horizontal bar).

Artistik putri:
©         Kuda lompat (vaulting horse)
©         Palang bertingkat (uneven bars).
©         Balok keseimbangan (balance beam).
©         Lantai (floor exercise).

B.       Bentuk Gerakan Senam Lantai
1.        Guling (Roll)
Guling adalah bentuk gerakan mengguling yang penggulingannya dimulai dari tengkuk atau kuduk, punggung, pinggang, panggul bagian belakang, dan yang terakhir adalah kaki.
a.         Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling depan adalah sebagai berikut.
ª        Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
ª        Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.


ª        Bengkokkan siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
ª        Sentuhkan bahu ke matras.
ª        Bergulinglah ke depan.
ª        Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
ª        Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.


 Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan guling depan, antara lain sebagai berikut.
1.        Tidak mengangkat pinggul ke atas sehingga kaki tidak lurus.
2.        Tidak membengkokkan siku ke samping sehingga sulit menempatkan kepala di antara kedua tangan
3.        Sebelum bahu menyentuh matras, kaki telah menolak sehingga punggung jatuh ke matras, akhirnya sukar mengguling.
4.        Pada saat memasukkan kepala di antara dua tangan, pinggul tdak didorong ke depan dan tangan tidak menahan berat badan.

b.         Guling Belakang (Backward Roll)
Guling belakang merupakan kebalikan arah dari guling depan. Guling belakang terdiri dari guling belakang bulat dan guling belakang kaki lurus.
1)        Guling Belakang Bulat
Langkah - langkah guling belakang bulat adalah sebagai berikut.
Ø  Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada.
Ø  Gulingkan badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
Ø  Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dijatuhkan ke belakang kepala.
Ø  Jatuhkan Ujung kaki ke belakang kepala.
Ø  Dorong lengan ke atas.
Ø  Jongkok dengan lengan lurus ke depan.




2)        Guling Belakang Kaki Lurus
Langkah - langkah guling belakang kaki lurus adalah sebagai berikut.
Ø  Duduk selonjor, dagu menyentuh dada, kedua tangan di samping telinga, telapak tangan menghadap ke atas.
Ø  Rebahkan badan ke belakang hingga telapak tangan menyentuh matras, dengan posisi kaki bersudut seperti ketika duduk selonjor.
Ø  Gerakkan kaki untuk menyentuh matras di belakang kepala.
Ø  Tolakkan tangan ke atas kepala dan badan diangkat.
Ø  Jongkok dengan lengan lurus ke depan.









Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan guling, antara lain sebagai berikut.
v  Dagu tidak ditarik ke dada.
v  Pemindahan pinggul tidak cukup cepat.
v  Tangan tidak cukup kuat menekan atau mengangkat badan dan kepala.

2.        Hand Spring (Lenting Tangan)
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tangan adalah sebagai berikut.
a.         Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, letakkan kedua tangan di lantai kira-kira satu langkah dart kaki dengan posisi kedua lengan lurus. Begitu pula kedua kaki dijaga agar tetap lurus.


b.         Pelaksanaan
Ketika posisi pantat dan badan serta lengan lurus (tegak lurus) dan kedua tungkal lurus pula, segeralah kedua kaki dilecutkan ke depan lurus dibantu oleh kedua tangan mendorong badan dengan menekan lantai. Lecutan ini menyebabkan badan lenting ke depan.
c.         Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendarat. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya, berdiri tegak.




 
3.        Neck Spring (Lenting Tengkuk)
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk adalah sebagai berikut.
a.         Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, letakkan kedua tangan di lantai kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu, letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b.         Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat badan sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan lantai. Lecutan ini menyebabkan badan melenting ke depan.
 


 c.         Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendarat. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnva, berdiri tegak.

4.        Head Spring (Lenting Kepala)
Pelaksanaan lenting kepala hampir sama dengan lenting tengkuk. Perbedaannya terdapat pada peletakan kepala dan tengkuk. Pada lenting kepala, yang diletakkan adalah dahi, bukan tengkuk. Untuk memulai gerakan lenting kepala, kita harus melakukan loncatan yang jauh ke depan dari posisi jongkok, seperti akan melakukan lompat harimau (tiger-spring). Ketika tangan menyentuh lantai, segera letakkan dahi di antara kedua tangan sampai tercapai posisi lutut di atas hidung dengan berat badan hanya disangga kedua tangan dan dahi. Setelah itu, lemparkan kaki ke belakang sehingga mengangkat pinggul dan doronglah tangan dari lantai.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar